Disini ada sedikit Cerpen buatanku
dan ini adalah karya pertmaku yang terbit
Hadiah Tas Baru
Assalamu’alaikum…,” terdengar suara Ucok yang baru pulang sekolah.”Wa’alaikumsalam…,” jawab ibunyaSetelah mencium tangan Ibunya, Ucok tersenyum lebar.
Ucok yang sudah kelas lima SD itu langsung duduk di dekat ibunya dan berkata,” Bu, Ucok libur sekolah satu pekan, apa Ucok boleh ikut Paman ke rumah Kakek selama liburan?”Ibu Ucok menjawab dengan halus, ”Anakku…bukannya Ibu melarang kamu ikut Pamanmu, tetapi Ibu belum punya uang untuk uang sakumu buat pergi ke rumah kakekmu. Apalagi Bapak yang bekerja di Jakarta belum mengirim uang untuk Ibu, kapan-kapan saja ya… kalau sudah punya uang?”Ucok menganggukkan kepalanya dengan berat. Tetapi dia harus mengerti keadaan Ibunya. Ibunya hanya berjualan gorengan di depan rumah pada sore hari. Sedangkan ayah Ucok bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta.***”Thok, thok, thok….””Permisi….,” terdengar suara wanita menyelingi suara pintu yang diketuk.”Ya… sebentar…,” jawab Ibu Ucok dari dalam rumah sambil berlari ke ruang tamu.”O… Bu Wiwik… ada keperluan apa Bu?” tanya Ibu Ucok”Maaf Bu… pagi-pagi mengganggu… saya mau pesan pisang goreng 50 biji, karena di rumah saya ada hajatan kecil,” terang Bu Wiwik.”Kapan pisangnya diantar Bu?” tanya Ibu Ucok lagi.”Nanti sore…” jawab Bu Wiwik singkat.”Baik Bu, segera saya buat… apa lagi Bu?” lanjut Ibu Ucok.”O… tidak… Cuma itu saja, terima kasih Bu… ini uang mukanya, saya permisi dulu.” ”O ya silakan dan terima kasih Bu.”***Di dapur, Ucok terlihat mondar-mandir sibuk membantu Ibunya untuk membuat pisang goreng, pesanan Bu Wiwik. ”…Empat puluh empat, empat puluh lima, empat puluh enam…. Bu pisangnya kurang empat lagi,” kata Ucok riang kepada Ibunya yang sedang asyik menggoreng pisang.”O… ya sudah ini sisanya nanti buat dijual di warung,” jawab Ibu Ucok lega.Ucok selesai menata dan menghitung jumlah pisang goreng.”Bu ini pas tinggal dibungkus,” kata Ucok sambil makan pisang goreng.”Ya sini,” jawab Ibunya kemudian mulai membungkusi pisang.Beberapa menit kemudian, Ucok sudah berjalan keluar rumah menuju rumah Ibu Wiwik.Sejak saat itu setiap pagi Ucok mulai terbiasa membantu Ibunya berjualan pisang goreng di warung di depan rumahnya. Akhir-akhir ini Ibu Ucok juga sering mendapat pesanan pisang goreng dari tetangga. Kadang Ucok membantu mengupas pisang, menggoreng, membeli minyak goreng, mencuci piring, dan tentunya menjaga warung Ibunya. Pokoknya Ucok sangat membantu meringankan beban Ibunya. Walau kadang ada juga pisang goreng yang gosong, maklum saja Ucok tidak tahu, kapan gorengan itu sudah matang. Liburan sekolah ternyata juga membawa berkah tersendiri. Warung gorengan Ibu Ucok cukup ramai. Untung saja ada Ucok yang membantu, sehingga tidak kerepotan dalam melayani pembeli.Hari demi hari selama liburan Ucok habiskan dengan membantu Ibunya menjual aneka gorengan dan minuman untuk mendapatkan uang. Tidak terasa liburan sudah hampir habis, besok Ucok sudah harus ke sekolah lagi.Dengan wajah yang lesu dan berkeringat bercucuran di wajah imutnya, Ucok masuk rumahnya dan berkata, ”Assalamu’alaikum, Bu Ucok pulang,” sambil duduk di kursi ruang tamu rumahnya.”Wa’alaikumsalam,” jawab Ibunya sambil menghampiri Ucok.”Ucok…, ini ada sesuatu buat kamu,” kata Ibunya sambil menyodorkan sebuah bungkusan berukuran sedang.Tanpa banyak tanya Ucok langsung membuka bungkusan itu. Ucok pun terkejut setelah melihat isi bungkusan itu adalah benda yang diinginkannya selama ini. ”Terimakasih Bu…hore…besok aku bisa pakai tas baru…,” teriak Ucok sambil memeluk Ibunya. ”Tapi Ibu dapat uang dari mana? Padahal Ibu kan tidak punya uang?” tanya Ucok heran.”Itu semua dari kerja keras kamu selama ini yang membantu Ibu mencari uang, lalu Ibu kumpulkan untuk membeli tas baru sebagai ganti tas lama kamu yang rusak,” jawab Ibunya sambil mengelus kepala Ucok.Ucok pun tersenyum bahagia, ”Terima kasih Bu….” ”Sama-sama, liburan sekolah kali ini terasa berbeda, dan lebih bermanfaat, karena Ucok membantu Ibu,” kata Ibu.Ibu dan Ucok saling berpelukan, merasakan kebahagiaan. - Notara Ratu
http://solopos.net/index_detail.asp?id=48989
0 Tanggapan ke “Karyaku”
Tinggalkan Balasan